14 Oktober 2009

Hidup; Bukan Urusan Sederhana



Di antara sekian banyak urusan yang kita hadapi, kita seringkali menganggap urusan itu seakan enteng dan remeh. Jika kita tersudut pada beban yang terasa berat, baru kita sadar dan meninggalkan masalah yang timbul gara-gara ketidaksanggupan kita untuk menyelesaikannya. Ironis memang bila selama ini kita terjebak oleh emosi diri yang seringkali turun-naik akibat ketidak sanggupan pengendalian diri sendiri.

Hidup ini merupakan sebuah realitas yang harus kita tempuhi meski terkadang dari sisi yang lain kita selalu membantah apa yang kita rasakan. Hidup ini juga pada dasarnya sangat sarat dengan dunia Psikologis sehingga kita harus belajar bagaimana mengendalikan emosi dan diri kita di manapun adanya. Bahkan bila kita tela'ah lebih jauh akan hidup kita selama ini, kita akan menemukan fakta-fakta bahwa di depan kita banyak sekali pelajaran-pelajaran penting yang akan kita dapat agar jiwa dan diri kita bisa matang dengan pengalaman serta pribadi yang dewasa.

Perjalanan hidup ini masih terus berlanjut selama kita masih diberikan usia oleh-Nya. Intinya, Hidup kita bukanlah urusan yang sederhana, tetapi ini merupakan realitas nyata yang dalam menjalaninya, kita perlu keseriusan dalam menjalaninya, perlu kedewasaan dalam menyikapinya serta perlu pemikiran yang utuh dalam mendapatkan solusi atas setiap masalah yang kita hadapi.


21 Mei 2009

Nikmatilah Hidup Setiap Hari


Setiap orang itu punya masalah sendiri. Besar atau kecilnya masalah yang kita hadapi akan selalu bergantung pada rasa ego dan kondisi emosi masing-masing diri. Jika kita memiliki tingkatan emosi yang stabil dan rasa ego yang stabil, barangkali kita tidak akan terjebak terlalu jauh dengan masalah kita sendiri. Dan jika kita pelajari akan diri, kita akan membaca adanya kesamaan pemikiran, kejiwaan, emosi atau keegoan kita dalam menjalani hidup ini. Hal ini adalah sebuah fakta yang seringkali terlupakan oleh kita semua di manapun kita tinggal dan bekerja.

Kenikmatan dalam hidup sampai saat ini masih menjadi barang langka yang bisa di dapatkan. Kenikmatan hidup tak bisa dibeli, tapi kenikmatan hidup hanya dapat dirasakan oleh diri kita sendiri. Maka dari itu ada sebuah realitas wujud yang penting kita renungkan yakni :
1. Apa yang saat ini sedang kita rasakan?
2. Adakah hal paling penting yang bisa kita usahakan supaya kita bisa merasakan hidup ini indah?
3. Sejauh manakah rencana kita supaya kita bisa berbuat dengan sebaik-baiknya guna meraih hidup tanpa masalah?

Tiga pertanyaan itu bisa menjadi bahan renungan kita di saat ini dan dalam kondisi apapun kita supaya dapat lebih mendorong diri untuk menjadi sosok terbaik dan langka bagi diri sendiri dan bagi orang lain.


Welcome Hari dan Hidup Baru


Alhamdulillah, saya bisa kembali mengisi hari-hari yang super capek. Baru kali ini saya bisa sempatkan waktu untuk curhat lagi setelah sekian hari harus sibuk dengan pekerjaan dan nginep semalam bareng teman kerja di perpustakaan. Meskipun capek, kayaknya saya jadi doyan tuk main di Internet lagi.
Sobat, Barangkali kita tidak pernah kenal sama sekali, baik nama ataupun alamat. Bagi saya hal itu nggak jadi masalah. Bagi saya, yang penting dari seorang teman sebenarnya adalah kita dapat berbagi cerita dan perasaan ketika kita menjalani kehidupan ini. Saya akui, saya bukan seorang konsultan yang bisa dijadikan tempat untuk mengkonsultasikan masalah. Tapi saya selalu yakin, bahwa kita hidup tak bisa terlepas dari adanya pertemanan meskipun hanya satu orang teman.
Selama ini saya merasa beruntung bisa punya banyak teman. Teman yang saya punyai tentu saja dari berbagai kalangan dan juga profesi. Ada teman yang masih duduk di bangku SMA, Perguruan Tinggi, Pedagang, Tukang Kuli Bangunan, Pemusik, dan profesi lainnya. Dari hasil pertemanan itu saya jadi banyak pengalaman sebab saya pernah terjun langsung di dunia mereka. Hingga saat ini ilmu yang saya dapat bertambah. Dari tidak tahu , saya menjadi tahu dan bisa mengerjakannya, itulah yang penting. Dalam berbagai hal kita mesti belajar dan terus belajar meskipun kita merasakan kecapekan dalam berbagai pekerjaan. Kita tentu tahu bahwa umur itu harus kita pergunakan dengan sebaik-baiknya.
Ada sebuah cerita yang menarik yang saya alami beberapa hari yang lalu yang ingin saya ceritakan. Saya pernah bermimpi bahwa teman kuliah saya meninggal dunia. Saat itu saya sadar kalau saya sebenarnya sudah lama tidak bertemu dengannya. Namun kerinduan untuk dapat main ke rumahnya lagi selalu ada dan entah kapan lagi saya bisa sempatkan diri untuk main ke rumahnya di Bandung. Tahu tidak, mimpi tersebut jadi renungan saya keesokan harinya. Ada apa ini? Dan ternyata, teman dekat saya masih satu desa mengirimkan sms bahwa adiknya telah meninggal dunia. Saya jadi tidak percaya bakal terjadi seperti itu.
Selain itu pula saya seringkali merasakan alam. Saya kadang dapat merasakan kapan akan terjadi hujan, dan apa yang akan terjadi pada orang yang saya kenal bila ia mengecewakan hati saya. Padahal sebenarnya saya tidak pernah punya niatan buruk pada dia, namun itulah hal yang tidak dapat saya tolak. Saya saat ini seringkali menyerahkan segala urusan dan masalah yang saya hadapi hanyalah kepada-Nya.
Hari ini adalah hari paling bahagia bagi saya meskipun setiap hari saya selalu bahagia. Saya jadi bisa Main internetan, bisa mengajarkan main gitar ke teman saya, bisa membantu teman di sekolah dalam memajukan dan mengembangkan sekolah walaupun dengan bantuan tenaga dan pemikiran seadanya, juga saya saat ini punya banyak peluang untuk dapat main ke Bandung lagi secara rutin meskipun hanya sehari. Yang paling berharga adalah di manapun, kapanpun, dan sedang apapun kita saat ini, kita mesti berusaha untuk bisa mempertahankan perasaan bahagia dan tidak terlarut dalam kesedihan dan kesibukan yang dapat menguras otak secara berlebihan.


09 Mei 2009

Terapi Jiwa


Puisi atau sajak dapat dikatakan sebagai bagian dari salah satu obat bagi jiwa yang sedang gamang dan bimbang. Dari lain sisi, Puisi atau Sajak juga adalah sebagai hiburan dan inspirasi bagi kejiwaan seseorang. Para ahli Sastra barangkali tidak akan menolak fakta ilmiah semacam ini. Sudah sering saya membaca buku-buku karya sastra, namun kesimpulan yang saya dapat adalah bahwa para ahli sastra, baik para Novelis, penulis puisi dan sajak mempunyai satu dasar pemikiran, yaitu imajinasi spiritual kejiwaan yang berbuahkan puisi, sajak serta khayalan yang setelah di pahami secara kejiwaan sangat memberikan pencerahan dan obat kesunyian.


Belajar Makna Angka Nol


Nol bagi sebagian orang tak berarti
Nol adalah angka yang katanya mustahil memiliki harga
Nol bagi sebagian orang di sebut dengan kosong
Nol adalah Nol

Aku saat ini sering merenungkan Nol
Bagiku Nol tidak sekadar angka
Nol bagiku sarat dengan makna
Nol bagiku adalah jiwa
Dia sering berputar mengelilingi raga

Tak kan lelah aku mengenalnya
Tak kan lelah aku belajar darinya
Dia lingkaran bulat warna hitam
Di tengah-tengah dia kosong

Sedalam itulah angka Nol
Sedalam itulah aku mempelajari jiwa dari angka Nol


Telusuri Kejiwaan Seseorang Dari Pengalaman Bergaul


Tidak semua orang memiliki kemampuan spiritual yang sama, juga tidak pula semua orang dapat mengenal atau mempelajari kejiwaan orang lain kecuali ada dorongan yang kuat di dalam dirinya untuk dapat belajar sadar diri demi sebuah perubahan sikap serta pola hidup sehari-hari. Secara ilmiah, hal ini barangkali merupakan sesuatu hal yang mustahil ada karena berdasar teori psikologi memang belum pernah ada, atau terlupakan oleh yang mempelajarinya. Namun di sisi lain, dalam pandangan pribadi saya sendiri sebenarnya merasakan ada keterkejutan dan ketakjuban yang sangat ketika kemampuan semacam itu hinggap di dalam diri saya.


 

Deni Anwarulloh Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha